Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Tuesday, March 5, 2013

Sudut Pandang


Kali ini saya akan coba tunjukan kenapa sesorang bisa merasa paling benar dan walaupun padahal menurut orang lain belum tentu benar, atau betapa mudahnya seseorang menemukan kekurangan orang lain tapi terkadang susah menemukan kesalahan sendiri, atau sudut pandang seseorang yang mampu mengkritisi dengan berbeda dan membingungkan karena terlihat benar semua, mari kita saksikan tayangan berikut ini:
-Kisah nyata-
Cerita 1
Setelah pulang dari rumah temannya, mawar lewat jalan yang biasa mawar lewati, pas mau menyeberang jalan, pandangan mawar  tertutup untuk melihat kendaraan lain yang akan melintas karena ada mobil petugas yang parkir, menurut mawar yang mau menyeberang, petugas ini SALAH parkir dan mengabaikan keselamatan penyeberang jalan, sementara menurut petugasnya, dia tepat berada (parkir) disitu, karena PAS pada tiang listrik yang akan segera diperbaiki dengan menggunakan alat people lift spiderman (semacam lift yang bisa membawa seseorang keatas untuk memperbaiki atau mengecat gedung)…
Sudah kelihatan? Yang menurut kita benar belum tentu benar menurut orang lain dan sebaliknya
Mana yang benar????
Cerita 2
Seorang bapak dan seorang anak hendak pergi ke suatu tempat dengan membawa kuda kurus, awalnya kuda itu tidak mereka naiki hingga dia bertemu dengan seseorang dan mengatakan ‘Dua orang yang aneh, sudah tau bawa kuda tapi koq ngga dinaiki’ akhirnya mereka berdua menaiki kuda tersebut, setelah beberapa meter bertemu lagi dengan seseorang dan mengatakan ‘Dasar dua manusia tidak berbelas kasihan, sudah tau kudanya kurus malah dinaikin berdua’ sang ayah pun turun dan tinggal anaknya saja yang naik kuda, tiba-tiba ada lagi orang yang mengatakan ‘dasar anak yang tidak tahu sopan santun dan tidak ada rasa kasih sayang sama orang tuanya, masa ayahnya suruh jalan kaki sementara dia enak naik kuda’ sang ayah dan anak pun tukar posisi, anak yang jalan kaki dan sang ayah naik kuda, beberapa saat kemudian ada yang ngomong lagi ‘orang tua macam apa, anaknya dibiarkan susah payah jalan kaki sementara orang tuanya enak-enakan naik kuda’ samapai-sampai dia bingung dengan pernyataan orang-orang itu karena semua kelihatannya benar
Inilah sudut pandang, biar bagaimanapun orang lain selalu dapat melihat sisi yang berbeda dari kita, semuanya hanya mengkrucut pada dua hal kemungkinan benar atau salah, kadang-kadang kita butuh sudut pandang orang lain untuk melihat bagian yang tak dapat kita lihat tapi terkadang juga kita harus tegas dengan kebenaran dan keyakinan kita jika memang BENAR, kalau kita selalu menuruti apa yang yang orang lain katakana dan kritisi dari kita, kita akan repot dan bingung mana yang harus diikuti, dan memang seperti itulah sudut pandang, bahkan yang paling lucu adalah ketika suatu kesalahan dilakukan secara kolektif itu jutsru dianggap benar dan bukan menjadi kesalahan lagi, setelah tahu sudut pandang yang begitu rumit ini, hingga akhirnya saya tidak bisa menyatakan seseorang itu salah atau benar (linguistik) kecuali terhadap kebenaran yang pasti dan sudah tertuliskan.
Itu sebabnya;
Ada orang yang suka pada kita walaupun pada saat bersamaan ada yang tidak suka
Orang yang berbeda dengan cara kita, kemudian judge dia salah
Merasa yang kita yakini itu benar di sisi lain orang yang berbeda dengan kita menganggap kita yang salah
Semut diujung pulau jelas kelihatan tapi gajah di pelupuk mata tak terlihat
Dan masih banyak lagi
Dan itulah sudut pandang (Point of View)
Apa yang anda, saya, dan mereka katakan pun itu adalah sudut pandang, pertanyaannya, bagaimanakah anda menyikapi sudut pandang yang berbeda? Dan seberapa seringkah anda lebih sibuk memperhatikan orang lain mengkristisi dengan pedas sementara anda lupa kewajiban membangun diri anda menjadi pribadi yang mudah untuk diterima, disetujui, dihormati dan disayangi oleh sesama?

THAT’S QUESTION OF LIFE!

No comments:

Post a Comment