Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Sunday, March 30, 2014

Belajar Menjadi Sales Part 2

Maaf nih pemirsa saya terlambat Membuat Catatan Belajar Menjadi sales bagian kedua ini, menyambung postingan pertama yang berjudul Belajar Menjadi Sales. Keterlambatan ini karena saya sedang editing dan upload page baru yaitu tentang Jasa Pembuatan Toko Online Murah, bisa dilihat disini. baik langsung saja ke materi pokok berikut ini (note ini diambil dari CD audio Sales Magic oleh Tung Desem Waringin):

Pada umunya penjualan kepada seseorang akan melalui empat tahap. Keempat tahap penjualan SALES MAGIC itu adalah:
1. Membangun kepercayaan
2. Membangun kebutuhan pembeli
3. Memberikan solusi atas kebutuhan pembeli tersebut
4. Menutup penjualan
Tahap 1 – Membangun kepercayaan
Tahap pertama untuk bisa menjual adalah membangun kepercayaan. Kepercayaan adalah bagian terpenting dalam penjualan. Tanpa adanya kepercayaan, bisa dipastikan seorang pembeli TIDAK AKAN mau membeli dari seorang penjual. Ini adalah alasan mengapa seseorang jauh lebih mudah menjual sesuatu kepada keluarga atau teman atau orang yang dekat dengan dirinya daripada kepada orang lain yang jauh yang tidak dikenal. Ini juga salah satu sebab bagi siapapun untuk HARUS SELALU menjaga reputasinya sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya oleh orang lain. Sebab apabila modal ini luntur, maka sangatlah sulit untuk menjual kepada orang lain atau membangunnya kembali. Kepercayaan seseorang kepada orang lain biasanya timbul melalui tiga hal.
Tiga hal yang dapat menimbulkan kepercayaan
 A. Referensi dan reputasi
 B. Akrab atau mirip
 C. Kongruen atau sikap sungguh-sungguh
A. Referensi dan reputasi
Salah satu hal yang dapat membangun kepercayaan seseorang kepada orang lain adalah referensi atau reputasi seseorang. Seseorang yang direferensikan oleh orang jujur maka akan otomatis dianggap jujur. Juga seseorang yang memiliki reputasi sebagai orang yang jujur akan lebih mudah dipercaya oleh orang lain yang tidak dikenalnya. Dari sinilah penting bagi seseorang untuk membangun referensi dan reputasi bagi dirinya. Kedua hal ini yaitu referensi dan reputasi dapat dibangun dari lima hal:

A1. Penampilan dan bau
Kesamaan penampilan mutlak dimiliki seorang penjual dengan bayangan calon pembelinya. Dalam hal ini seorang penjual harus memiliki kesamaan penampilan dengan pembelinya atau barang yang ia jual. Seseorang penjual yang memiliki penampilan yang sangat berbeda dengan bayangan calon pembelinya akan mengalami kesulitan untuk menjual kepada pembeli tersebut. Sebagai misal seseorang yang berpenampilan seperti preman, dengan rambut gondrong, baju robek-robek, banyak tindikan, tatto dsb tidak akan bisa menjual jasa konsultasi pendidikan atau hukum kepada siapapun. Atau misalnya juga seorang yang sangat gendut yang menjual pil pelangsing tubuh. Mereka semua tidak akan mampu menjual karena penampilan mereka tidak sesuai dengan calon pembeli mereka atau barang yang dijual.
Selain penampilan, hal lainnya yang dapat membangun kepercayaan adalah bau tubuh seseorang. Seseorang penjual yang memiliki bau tubuh yang tidak sedap, maka alam bawah sadar calon pembelinya secara otomatis akan bergerak menjauh. Suka atau tidak suka, manusia tidak menyukai bau tubuh yang tidak sedap. Dari sini, sangat penting sekali bagi setiap penjual untuk memperhatikan bau tubuhnya.

A2. Terkait nama besar
Hal lain yang dapat membangun referensi dan reputasi adalah keterkaitan dengan nama besar. Ini adalah salah satu kunci utama dalam membangun kepercayaan dari orang yang tidak dikenal. Keterkaitan dengan nama besar ini bisa terwujud dalam berbagai bentuk. Sebagai misal adalah muridnya, temannya, pegawainya dsb. Sebagai contoh adalah seorang agen asuransi dari perusahaan besar akan lebih mudah dipercaya oleh kliennya daripada agen asuransi dari perusahaan kecil. Ini dikarenakan pegawai dari perusahaan asuransi besar terkait dengan nama besar dari perusahaannya.
Apabila kita tidak memiliki keterkaitan langsung dengan suatu nama besar, maka paling tidak usahakan untuk membangunnya secara tidak langsung. Sebagai misal adalah pernah bekerja sama dengan, pernah belajar bersama, pernah tinggal dalam rumah kost yang sama, atau pernah bekerja di, dsb.

A3. Gelar atau jabatan
Suka atau tidak suka, gelar dan jabatan memainkan pertang penting dalam hubungan antar manusia. Seseorang yang memiliki gelar dan jabatan tinggi akan lebih mudah dipercaya dan dihormati daripada seseorang yang tidak memiliki gelar atau jabatan apapun. Meskipun di dunia ini banyak terdapat berbagai macam bentuk pemalsuan gelar, tetapi tetap saja alam bawah sadar manusia selalu menganggap gelar dan jabatan adalah sesuatu yang memainkan peranan penting sebagai penanda status seseorang.
Oleh karena gelar dan jabatan ini penting untuk membangun pandangan awal dari sebagian besar manusia, suatu perusahaan sebaiknya memastikan bawahannya atau agen penjualan mereka untuk tidak mendapatkan jabatan yang dapat mengundang tanya tanya mengenai status pegawainya tersebut. Sebagai misal untuk hal ini junior sales atau calon penjual atau calon karyawan. Daripada menggunakan bentuk gelar atau jabatan seperti ini, sebaiknya suatu perusahaan memberikan gelar yang terlihat atau terdengar lebih layak dan kemudian memberikan label yang lebih banyak untuk orang di bagian atasnya. Sebagai contoh adalah daripada menggunakan nama jabatan designer untuk seorang desainernya, suatu perusahaan seni dapat menggunakan nama jabatan art director sebagai pengganti jabatan designer. Kemudian untuk pemimpin dari para desainer tersebut dapat diberi nama chief art director. Untuk boss dari chief art director tersebut kemdian dapat digunakan nama senior chief art director. Hal dapat dikembangkan terus menerus. Prinsip utamanya adalah memastikan bahwa bahkan pegawai terbawah mereka akan mendapatkan pandangan yang layak dari siapapun apakah itu dari sesama pegawai perusahaan itu maupun dari kalangan di luar perusahaan itu.

A4. Edifikasi atau saling omong baik
Dasar dari edifikasi adalah dua. Pertama adalah suatu pernyataan pujian akan lebih dipercaya apabila keluar dari orang lain daripada dari diri sendiri. Dan kedua adalah perilaku orang lain terhadap diri kita biasanya merupakan cerminan dari perilaku kita terhadap dirinya. Dari dua hal ini, akan jauh lebih baik apabila seseorang yang berteman baik dengan orang lain untuk selalu berbicara baik mengenai prestasi masing-masing apabila mereka diajak untuk berbicara mengenai temannya itu. Dengan sistem ini, kedua orang tersebut akan jauh lebih mudah mendapatkan promosi daripada apabila mereka tidak saling berbicara baik mengenai temannya.

A5. catatan prestasi
Catatan prestasi adalah suatu bentuk tertimoni tertulis mengenai kemampuan dan kapasitas seseorang. Setiap manusia harus membuat catatan prestasi. tidak perlu sesuatu yang merupakan pencapaian tertinggi. Pencapaian rendah dan biasa-biasa saja pun layak untuk dituliskan dalam catatan prestasi asalkan tidak setiap orang dapat mencapai hal itu.Ssebagai misal menjadi juara tenis meja di kampung atau menjadi juara keduanya, atau menjadi juara panjat pinang, mendapat rangking satu di kelas, berhasil melahirkan bayi secara normal dsb. Semua itu bukanlah sesuatu yang merupakan prestasi tingkat tinggi, tapi paling tidak itu adalah sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh setiap orang. Dari sini semua hal-hal itu dapat dikatakan sebagai suatu catatan prestasi.
Hal lain mengenai catatan prestasi adalah fungsi utamanya bukanlah untuk membuat orang lain terkesan dengan diri kita. Ini adalah fungsi tambahan dari catatan prestasi. Fungsi utama dari catatan prestasi sebenarnya untuk meyakinkan diri kita sendiri bahwa kita adalah seseorang yang mampu untuk mencapai berbagai hal. Dari sini, apabila kita gagal dalam suatu halatau berbagai hal , kita dapat melihat catatan prestasi ini untuk memperkuat keyakinan diri kita dan tidak berlarut dalam kegagalan.
Salah satu hal lain yang dapat membangun kepercayaan seseorang adalah keakraban dan kemiripan. Seseorang jauh lebih mudah untuk menjual atau meminta sesuatu kepada orang yang dikenal atau memiliki kesamaan dengan dirinya. Inilah salah satu sebab mengapa seseorang lebih mudah untuk menjual barang kepada seseorang yang dikenal daripada yang tidak dikenal.
Untuk membangun keakraban atau kemiripan seseorang ada lima hal yang perlu diperhatikan

1.      Topik atau asal
2.      Gerakan
3.      Kualitas suara
4.      Tipe komunikasi ke otak
5.      Tipe pengambilan keputusan

Dari lima hal tersebut, bagian pertama yaitu topik berfungsi untuk membangun kenyamanan alam sadar seorang manusia. Sedangkan bagian kedua sampai kelima berfungsi untuk membangun kenyamanan alam bawah sadar manusia.
Untuk diketahui juga, fakta menunjukkan bahwa keputusan seorang manusia itu rata-rata hanya 20 persen yang dipengaruhi oleh alam sadarnya. Sisanya yaitu 80 persen, keputusan seseorang dipengaruhi oleh alam bawah sadarnya. Inilah sebabnya seorang penjual yang baik adalah seseorang yang mampu mengontrol kondisi alam bawah sadar calon pembelinya. Dan seorang penjual yang hanya menjual dari sisi alam sadar calon pembelinya, maka kemungkinan ia untuk berhasil menjual hanya seperempat dari kemungkinan penjual lain yang juga menjual sisi bawah sadar calon pembeli.
Pemikiran pribadi :
Ini juga mungkin adalah salah satu sebab mengapa seorang pengemis bisa mendapatkan uang jauh lebih banyak daripada pengamen atau pedagang asongan. Penyebabnya adalah karena pengemis itu sebenarnya adalah seorang penjual. Apa yang dijual oleh pengemis adalah rasa kasihan. Apabila orang lain bisa merasa kasihan terhadap dirinya, maka berarti ia (si pengemis) telah berhasil menjual barang dagangannya. Keuntungan dari hal ini adalah ia tidak membutuhkan modal usaha (mungkin baju compang camping, kulit yang dibuat dekil, tampang memelas dsb) dan biaya variabel dari usahanya dapat praktis dikatakan nol. Dari berbagai sisi pengemis memang memiliki kemungkinan mendapat penghasilan jauh lebih besar dari pedangan asongan.
Hal yang mirip terjadi dengan pengamen. Rata-rata pengamen mendapatkan penghasilan dibawah pengemis, tapi rata-rata pasti lebih besar daripada pedangan asongan. Penyebabnya adalah karena pengamen adalah seorang penjual, beda dengan pengemis yang menjual rasa kasihan, kebanyakan pengamen menjual rasa bosan dan perasaan tidak ingin diganggu serta juga rasa kasihan. Apabila seseorang sedang tidak ingin diganggu dan sedang bosan, maka mereka merupakan calon pembeli paling petensial untuk para pengamen. Lalu mengapa kira-kira pendapatan pengamen lebih sedikit dari pengemis? Penyebabnya adalah karena pengamen tidak melibatkan banyak unsur seperti baju compang camping, kulit dekil dsb. Inilah sebabnya meskipun aspek penjualan alam bawah sadar pengemis lebih banyak, tapi secara total kurang intensif dibandingkan pengemis yang hanya menjual rasa kasihan tetapi sangat intensif.
Nasib paling buruk dialami oleh pedagang asongan. Biasanya mereka ini mendapatkan penghasilan paling minim. Penyabab dari ini sangatlah sederhana. Pedagang asongan hanya menjual alam sadar seorang manusia yaitu koran atau minuman aqua atau rokok dsb. Mereka sayangnya tidak menjual rasa kasihan atau rasa bosan dsb. Dari sini ini, target pasar pedangang asongan secara otomatis hanya seperempat dari target pasar pengemis dan pengamen. Selain iu, belum tentu juga dari target pasarnya yang ia tuju, memiliki kebutuhan terhadap barang yang dijualnya. Dari sini secara efektif, pasar pedagang asongan mungkin hanya sepersepuluh pasar pengemis dan pengamen. Jadi siapapun jangan heran kalau pengemis itu adalah golongan yang lebih kaya daripada pedagang asongan. Memang ironis, pemalas yang tidak bekerja apa-apa dan hanya meminta-minta ternyata mendapatkan penghasilan lebih banyak daripada orang yang bersusah payah mencari uang. Tapi inilah dunia.
Topik atau asal
Kesamaan topik atau asal adalah modal utama untuk membuat seseorang merasa nyaman berbicara dengan orang lain. Sebagai misal dua orang yang berasal dari daerah sama akan lebih mudah akrab daripada dua orang yang berasal dari daerah berbeda. Juga dua orang yang memiliki kesamaan hobi atau kesamaan pekerjaan akan lebih mudah akrab daripada dua orang yang tidak memiliki kesamaan ini. Inilah sebabnya seorang penjual yang menerapkan sales magic, harus mampu untuk membangun kesamaan dengan calon pembelinya. Misalkan mereka secara kebetulan berasal dari daerah yang sama, maka kesamaan ini harus dibangun dan dijadikan topik pertama untuk membuka percakapan. Atau apabila mereka memiliki kesamaan hobi atau pekerjaan atau tempat kuliah dulu atau tempat sekolah atau tempat tinggal dst, maka kesamaan ini harus dijadikan modal awal untuk membuka percakapan dan membangun kepercayaan calon pembeli.
Gerakan
Selain kesamaan topik dan asal yang fungsi utamanya adalah untuk membuka percakapan dan menghangatkan suasana alam sadar calon pembeli, seorang penjual sales magic harus mampu untuk menciptakan kenyamanan alam bawah sadar calon pembelinya. Ini dilakukan melalui kesamaan gerakan, memilih kualitas suara yang tepat, menyamakan tipe komunikasi ke otak dan memberikan solusi yang sesuai dengan tipe pengambilan keputusan calon pembeli.
Catatan: Untuk melatih kesamaan gerakan ini dalam VCD tersebut Pak Tung Desem Waringin menyuruh para pesertanya untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 3 orang. Orang pertama disuruh duduk sambil memikirakan suatu perasaan selama 1 menit. Orang kedua kemudian berusaha meniru posisi duduk orang pertama dan juga ekspresi orang tersebut secara detail. Orang ketiga memberikan aba-aba mengamati orang pertama dan kedua dan memberikan komentar apabila ada posisi atau mimik dsb dari orang kedua yang belum mirip dengan orang pertama misalnya posisi tangannya, posisi kakinya atau arah mukanya dsb. Setelah itu orang kedua kemudian disuruh menebak perasaan orang pertama. Kebanyakan dapat menebak dengan benar. Kemudian juga orang kedua disuruh mebebak apa yang dipikirkan oleh orang pertama, jumlah yang benar lebih sedikit tetapi juga lumayan signifikan. Hal ini kemudian diulangi oleh tiap-tiap grup dengan peran yang berbeda.
Mengapa hal ini penting? karena dengan kesamaan gerakan maka seseorang akan lebih mampu untuk menebak perasaan dan juga pikiran dari lawan bicaranya. Dari sini seorang penjual akan mengetahui apakah arah pembicaraan yang diambil sudah benar atau belum atau salah dan harus mengambil arah pendekatan lain.
Pelatihan lain yang penting untuk mengontrol alam bawah sadar manusia adalah perusakan pola. Pada dasarnya perusakan pola didahului dengan mengikuti gerakan lawan bicara secara sama persis. Setelah beberapa saat, maka alam bawah sadar lawan bicara akan mulai terpengaruh. Dari sini seorang pengontrol akan dapat melakukan gerakan-gerakan tertentu untuk memanipulasi alam bawah sadar lawan bicaranya. Sebagai misal sang pengontrol tidak setuju dengan pembicaraan seseorang, maka ia bisa bergerak sedikit menjauh (sebagai misal gerakan mundur ke belakang). Dari sini alam bawah dasar si lawan bicara akan ikut terpengaruh dengan bergerak mundur ke belakang. Hal ini bisa dipakai untuk sedikit memberikan pikiran ragu-ragu kepada lawan bicaranya terhadap apa yang ia ucapkan.
Pelatihan perusakan pola ini juga bisa dipakai untuk menghilangkan suatu bentuk kecanduan atau kebiasaan buruk. Dalam VCD sales magic, Pak Tung Desem bercerita mengenai dokter yang terkena penyakit mental kebersihan yang akut. Ceritanya adalah dokter ini memiliki kebiasaan untuk menggaruk muka dan tangannya yang tidak gatal karena takut kotor. Akibat hal ini sampai-sampai tangan dan muka si dokter lecet-lecet karena terlalu sering digaruk. Penyembuhan dilakukan dengan merusak pola si dokter tersebut. Sebagai misal si dokter mulai merasa kebiasaannya itu muncul, maka ia membuat gerakan mengganggu dengan tangannya ke arah mukanya atau sampai matanya. Bentuk gerakan ini bisa apa saja asalkan sesuatu yang menganggu. Gerakan ini dilakukan terus menerusa sampai keinginan untuk melakukan kebiasaan yang ingin dihilangkan menghilang untuk sementara. Apabila keingina ini muncul lagi, maka gerakan diulang lagi. Begitu seterusnya. Lambat laun suatu kebiasaan akan hilang dari pikiran bawah sadar manusia.
Hal lain yang berkaitan dengan gerakan adalah kita dapat mengetahui dengan kemungkinan besar tepat seseorang berbohong atau tidak. Mengetahui hal ini dapat memberikan pengaruh yang cukup siginifikan dalam relasi penjual dan pembeli dan juga pada hubungan antar manusia. Untuk mengetahui hal ini paling tidak ada dua hal yang dapat dijadikan patokan. Pertama arah dan posisi mata lawan bicara. Kedua adalah gerakan dan bahasa tubuhnya.
Arah gerakan mata disini dilihat dari posisi orang lain yang berbicara dengan seseorang. Apabila mata seseorang mengarah ke arah kanan atas maka itu tandanya seseorang sedang mengakses otak bagian memori atau ingatan. Apabila arahnya adalah kanan atas berarti ia sedang mengakses memori visual. Apabila kearah kanan mendatar maka itu berarti memori audio, sedangkan apabila kearah kenan bawah maka itu berarti ia sedang mengingat perasaan atau gerak yang pernah dilakukan. Sedangkan apabila mata lawan bicara berarah ke bagian kiri maka itu berarti ia sedang mengakses otak bagian imajimasi atau kreativitas. Apabila arah mata ke kiri atas maka tandanya ia sedang membayangkan melihat sesuatu. Apabila arah mata ke kiri mendatar maka itu berarti ia sedang membayangkan mendengar sesuatu. Sedangkan apabila ke arah kiri bawah, karena manusia tidak bisa berimajinasi dengan yang namanya perasaan dsb, maka ini biasaya terjadi kalau seseorang sedang berbicara dengan dirinya sendiri.
Ini memang bukan jaminan kebenaran seratus persen. Bisa saja seseorang karena sudah mengetahui hal ini maka ia memindahkan matanya ke arah kanan dahulu baru kemudian menjawab sesuatu. Akan tetapi apabila mata seseorang ke arah kiri apabila ditanya sesuatu, maka hampir dapat dipastikan ia sedang berbohong.
Bagian kedua untuk mengetahui seseorang berbohong atau tidak adalah melalui bahasa tubuhnya. Siapapun manusia, apabila ia berbohong, maka pasti ada bahasa tubuhnya yang berbicara mengenai hal ini. Misalkan saja telinganya bergerak, matanya menjadi terbuka lebih lebar atau mungkin malah lebih menyipit, atau tangannya bergerak kesana kemari dsb. Kemungkinan ini tak terbatas dan khusus untuk seseorang itu saja.
Untuk mengetahui bahasa tubuh seperti ini, seseorang pewawancara bisanya melatih dirinya untuk bertanya mengenai suatu hal terhadap lawan bicaranya. Biasanya adalah mengenai sesuatu yang sudah ia sendiri sudah mengetahui jawabannya. Untuk langkah pertama, si pewawancara bisa membuat suatu pertanyaan yang hampir pasti mendapatkan jawaban jujur dari lawan bicaranya. Dari sini bisa dilihat apa bahasa tubuh seseorang bila ia jujur. Setelah itu si pewawancara dapat mengajukan pertanyaan yang merupakan sesuatu yang salah dan bukan kenyataan dan mengagetkan. Dari sini bisa dilihat bagaimana bahasa tubuh seseorang bila ia merasa orang lain salah atau apabila menghadapi sesuatu yang salah atau tidak terduga. Setelah itu si pewawancara juga dapat mengajukan pertanyaan yang hampir pasti akan dijawab tidak jujur dari lawan bicaranya. Hasil dari semua pengamatan ini akan menghasilkan bahasa tubuh seseorang yang sedang berbohong. Hal terpenting adalah JANGAN PERNAH MEMBERI TAHU ORANG LAIN BAHASA TUBUHNYA APABILA IA BERBOHONG. Kalau ini dilakukan, maka seseorang tidak lagi memiliki keunggulan untuk mengetahui seseorang jujur atau tidak.
Kualitas suara
Selain dari mencontoh gerakan seseorang untuk membangun kepercayaannya, sisi lain untuk membangun kepercayaan orang lain adalah melalui kesamaan kualitas suara. Tidak peduli suara seseorang itu serak atau keras atau lembut, prinsip dasarnya adalah milikilah nada suatu yang sama dengan nada suara lawan bicara kita pada waktu berbicara. Apabila nada suara lawan bicara kita keras, yang berarti dia sedang marah, jangan berbicara dengan nada yang lembek atau lemah. Berbicaralah dengan nada yang keras tetapi penuh solusi dan pemecahan masalah. Kemudian berupayalah sedikit demi sedikit untuk membimbing nada suara yang keras itu menjadi lembut. Apabila ini tidak dilakukan, maka nada suatu yang keras itu akan tetap keras sampai kapanpun. Hal yang sama juga berlaku apabila nada suatu lawan bicara kita lembut, maka jangan pernah berbicara kepadanya dengan nada yang keras. Ikutilah nada lembut yang dimilikinya.
Ilustrasi untuk ini adalah seorang nasabah yang merasa uangnya hilang padahal ia tidak pernah melakukan penarikan. Di sini nasabah tersebut marah-marah terhadap teller bank. Untuk mengatasi ini, teller bank harus berbicara dengan nada yang juga keras, tetapi jangan terpancing emosi dan harus memberikan pemecahan.
Nasabah (marah): BAGAIMANA INI BANK XXX, SAYA PUNYA UANG KOK TAHU-TAHU HILANG 1 JUTA. PADAHAL SAYA INI TIDAK PERNAH MENGAMBILNYA. SAYA PROTES, SAYA MAU UANG SAYA KEMBALI.
Teller (tidak marah, tapi nada suara keras): SAYA TAHU PAK, SAYA YAKIN BAPAK TIDAK SALAH, MARI BAPAK IKUTI SAYA. SAYA BANTU BAPAK, KITA TEMUKAN UANG BAPAK. (sambil berbicara teller memberikan petunjuk kepada nasabah untuk duduk ke tempat yang disediakan).
Nasabah(diam) karena terkejut kok orang ini malah bicara keras?? Wah boleh juga dia. (timbul rasa segan)
Teller (nada lebih lembut tetapi tetap tegas): sekarang kita cari tahu dimana uang bapak. Uang bapak diambil pada hari...jam...di atm... sekarang kita lihat atm itu pak, kebetulan atm itu ada rekamannya disini
Nasabah (tetap diam) karena nada teller sudah tenang, dan juga sudah terpengaruh alam bawah sadarnya bahwa ia akan mendapatkan solusi
Sambil menunjukkan video rekaman pengambilan di atm, ternyata si nasabah itu sendiri yang mengambilnya. Dalam keadaan begini, teller harus bersikap bijaksana dengan menghibur si nasabah yang merasa malu
Teller: tidak apa-apa pak, setiap orang juga bisa salah, saya sendiri juga pernah salah dalam hal ini. Jadi sekarang saya anggap persoalan sudah selesai.

Lihat juga : Jasa Pembuatan Toko Online Murah

No comments:

Post a Comment